Selasa, 23 Februari 2010

PERGAULAN YANG BENAR

9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul.
10 Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.
11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
12 Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?
13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.

(I Kor. 5:9-13)

Pergaulan memegang peranan penting dalam kehidupan kita. Tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari untuk kita berhubungan dengan orang lain. Sebagai mahluk sosial, maka manusia cenderung untuk bersosialisasi dan berhubungan dengan orang lain. Namun demikian, kita harus memperhatikan dengan siapa kita bergaul. Kita boleh bergaul dengan siapa saja, tetapi janganlah kita mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang salah dari orang-orang dengan siapa kita bergaul. Dalam pergaulan apapun, kita harus tetap menjadi saksi Kristus. Paulus menyatakan bahwa dalam pergaulan kita harus berhati-hati. Mangapa penting untuk memperhatikan pergaulan kita? Ada beberapa alasan untuk menjawab pertanyaan ini, yakni:

1. Persahabatan dapat mempengaruhi iman. Jika kita tidak behati-hati, untuk memperhatian dengan siapa kita bergaul, maka akan ada pengaruhnya (besar atau kecil) terhadap iman kita. Bisa jadi bahwa iman kita mundur dan tidak mengalami pertumbuhan atau iman kita akan semakin maju, tergantung dengan siapa kita bergaul.
2. Pergaulan mempengaruhi sukses seseorang. Jika kita bergaul dengan orang yang sukses, maka biasanya keberhasian seseorang itu akan memberikan motivasi yang positif kepada kita untuk dapat meraih sukses. Tetapi apabila kita bergaul dengan orang yang gagal, malas dan tidak punya arah dalam hidup ini, maka pengaruh negatif itu juga dapat mempengaruhi kita.
3. Pergaulan menentukan keputusan yang kita ambil. Kuatnya pangaruh pergaulan dalam kehidupan kita sehingga masukan ajaran, sasaran dan dukungan atau dorongan dari sahabat-sahabat atau orang-orang yang bergaul dengan kita, mempunyai pengaruh yang cukup kuat dalam kita mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup ini.
4. Pergaulan menentukan kebahagiaan hidup (Mzm. 1:1-3). Orang yang berbahagia adalah mereka yang menghindar dari pergaulan dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan bedosa kehidupan yang berdosa menyebabkan ketidak bahagiaan dalam hidup ini. Oleh karena itu hendaklah kita dapat memilih dan memilah dengan siapa kita bergaul karena hal itu juga mempangaruhi bahagia atau tidak bahagianya kita.

Pergaulan akan mempergaruhi atau dipengaruhi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar